Materi Produksi animasi kelas x DKV smk era pembangunan

Materi Produksi animasi kelas x DKV  smk era pembangunan

a.    Capaian Pembelajaran

peserta didik mampu menjelaskan tentang perkembangan proses produksi industri animasi, mulai dari teknologi konvensional

b.    Tujuan

   Peserta didik memiliki wawasan animasi dengan baik.

   Peserta didik mampu menjelaskan sejarah animasi.

   Peserta didik memahami unsur-unsur pembangun animasi.

c.    Media:

Alat          : LCD proyektor, laptop, dan jaringan internet. Bahan       : Alat tulis (buku, pulpoin, pensil, dan penghapus)


d.    Materi

PENDAHULUAN

 

Apakah kalian tahu software apa saja yang digunakan di balik tayangan animasi buatan Studio Ghibli, Universal Studio, Cartoon Network, atau Dreamworks?

Sesuai dengan namanya, animasi ini secara keseluruhan dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dari pembuatan karakter,  mengatur  gerakkan “pemain” dan kamera, pemberian suara, serta special effeknya semuanya di kerjakan dengan komputer.

Dengan animasi komputer, hal-hal yang awalnya tidak mungkin digambarkan dengan animasi menjadi mungkin dan lebih mudah. Sebagai contoh perjalanan wahana ruang angkasa ke suatu planet dapat digambarkan secara jelas, atau proses terjadinya tsunami.

Perkembangan teknologi komputer saat ini, memungkinkan ora ng dengan mudah membuat animasi. Animasi yang dihasilkan tergantung keahlian yang dimiliki dan software yang digunakan.

Saat ini terdapat banyak jenis software animasi yang beredar di pasaran, dari software yang mempunyai kemampuan yang sederhana hingga yang komplek, dari yang gratis hingga puluhan juta rupiah.

Dari sisi fungsi penggunaan software animasi dapat dikelompokkan menjadi Software Animasi 2 Dimensi dan Software Animasi 3 Dimensi.

 

Animasi 2 Dimensi.

Software animasi 2D adalah software yang digunakan untuk membuat animasi tradisional (flat animation), umumnya mempunyai kemampuan untuk menggambar, mengatur gerak, mengatur waktu, beberapa dapat mengimpor suara. Dari sisi penggunaan umumnya tidak sulit.

Contoh dari Software Animasi 2D ini antara lain:

             Macromedia Flash

             Adobe Flash

             Macromedia Director


             ToonBoom Studio

             Adobe ImageReady

             Corel RaVe

             Swish Max

             Adobe After Effect

 

 

Alur tahapan produksi animasi 2D

Tahapan produksi animasi 2D (Pipeline Animasi 2D) adalah :

a.        Pra Produksi

Pra-Produksi adalah periode waktu dimana pekerjaan dilakukan sebagai persiapan dari produksi. Semua hasil dari praproduksi harus siap untuk mendapatkan produksi yang lancar. Urutan dari komponen pra produksi animasi 2D adalah :

1)    Ide/Konsep

2)    Cerita

3)    Perencanaan Produksi

4)    Desain Karakter

5)    Storyboard

6)    Layout

7)    Sound/music

8)    X-sheet

b.        Produksi

Urutan dari komponen produksi animasi 2D adalah :

1)    Dialog

2)    Audio Recording dan Editing

3)    Animasi

c.        Pasca Produksi

Urutan dari komponen paska produksi animasi 2D adalah :

1)    Compositing

2)    Effect

3)    Musik


4)    Editing

5)    Mixing audio video

6)    Final Mixing

 

 

 

Animasi 3 Dimensi

Software animasi 3D mempunyai fasilitas dan kemampuan yang canggih untuk membuat animasi 3 dimensi. Fasilitas dan kemampuan tersebut antara lain, membuat obyek 3D, pengaturan gerak kamera, pemberian efek, import video dan suara, serta masih banyak lagi. Beberapa software animasi 3D mempunyai kemampuan khusus, misalnya untuk animasi figure(manusia), animasi landscape (pemandangan), animasi title (judul), dll. Karena kemampuannya yang canggih, dalam penggunaannya diperlukan pengetahuan yang cukup tinggi dan terkadang rumit.

Contoh dari Software Animasi 3D ini antara lain:

             3D Studio Max

             Maya

             Poser (figure animation)

             Bryce (landscape animation)

             Vue (landscape animation)

             Cinema 4D

             Blender (gratis)

             Daz3D (gratis)

 

 

Pipeline produksi Animasi 3D merupakan sebuah proses produksi animasi 3D didukung dengan adanya sekelompok orang, perangkat keras, dan perangkat lunak yang selaras untuk bekerja dalam urutan yang berurutan tertentu untuk membuat produk atau aset animasi 3D. Produk akhirnya bisa jadi produk secara umum seperti film animasi Panjang, film animasi pendek, acara televisi, atau video game, atau bisa jadi sesuatu yang sama sekali berbeda karena tuntutan kebutuhan dan inovasi pada zaman.




(Gambar 08. 3D production Pipeline. Sumber : 3D Animation Essentials)

Secara umum pembuatan animasi 3D terbagi menjadi 3 tahap yaitu :

a)   Pra Produksi

Tahap praproduksi animasi 3D dibagi menjadi dua tim: kreator/artist dan manajemen. Artist menciptakan ide, cerita, dan desain, seangkan tim manajemen membuat rencana produksi animasi. Pada manajemen terdapat tim manajemen kreatif yang dipimpin oleh pimpinan kreatif yang bekerja langsung dengan para artist. Tim manajemen secara umum bertanggung jawab dalam menghubungkan proyek kepada investor secara professional.


Artist melaksanakan tahap ini untuk menghasilkan ide-ide yang menarik, menulis ide-ide itu menjadi cerita yang menarik, dan kemudian memutuskan bagaimana menceritakan kisah itu secara visual. Industri ini menghabiskan hingga setengah dari seluruh lini waktu produksi mereka pada tahap praproduksi.

Tahap praproduksi dibagi menjadi beberapa komponen namun tergantung pada jenis proyek yang dikerjakan. Komponen tahap praproduksi juga dapat diselesaikan dalam urutan yang berbeda atau dapat diselesaikan sekaligus untuk membantu proses kreatif secara keseluruhan. Urutan dari komponen tahap praproduksi animasi 3D adalah sebagai berikut:

1)    Ide/Story

Ide dapat datang dari mana saja dan dari hampir semua hal yang dipicu oleh satu kata, kalimat, warna, bau, suara, melewati percakapan dengan orang asing, atau bahkan sebuah imajinasi sendiri. Ide yang kemudian dapat diteruskan menjadi sebuah dialog antar manusia dan biasanya dapat disertai dengan penelitian sederhana untuk mendukung ide. Dari ide yang ada dapat disusun premis yang kemudian dikembangkan menjadi bentuk naratif meskipun hanya ide dasar dari keseluruhan alur cerita (garis besar atau abstrak tertulis dari ide).

2)    Script/Screenplay

Ide cerita yang dirubah menjadi script merupakan bentuk tertulis formal dari cerita. Didalam naskah tertulis gerakan-gerakan karakter dasar, lingkungan, waktu, tindakan, dan dialog. Bentuk tulisan atau naskah ini ditujukan bagi tim praproduksi dan produksi untuk menciptakan ide visual dari keseluruhan cerita. Tim praproduksi danproduksi akan menggunakan naskah sebagai panduan jalan cerita

atau alur cerita.

3)    Storyboard

Storyboard merupakan bentuk cerita visual dari naskah / skenario. Storyboard juga merupakan visualisasi pertama dari keseluruhan cerita. Didalam Storyboard terdapat gagasan awal mengenai pengaturan kamera,


representasi awal dari kemungkinan efek visual, dan beberapa pose karakter utama atau peristiwa adegan yang akan ada dalam proyek. Setiap gambar di papan cerita menggambarkan secara visual yang dilengkapi dengan keterangan pendukung pada

format storyboard yang berlaku.

4)    Animatic

Animatic merupakan gambar bergerak dari storyboard. Animatic dapat dibuat dengan cara apa dan perangkat pendukung pembuatan film sederhana di komputer. Dalam animatic terdapat gambar storyboard dengan pengaturan waktu dan dialog sementara dan efek suara sederhana untuk menunjukkan alur cerita. Storyboard dan animatic akan terus dibuat lebih sinkron agar sesuai dengan ide yang dimaksud sehingga mendapat gambaran secara audio visual.

5)    Desain

Komponen desain pada proses pembuatan animasi adalah desain karakter, desain property, kostum, dan backgrund. Creator menggunakan media untuk menciptakan seni konseptual dengan tradisional atau langsung dengan digital. Proses tradisional yaitu menggunakan pena, pensil, arang, pastel, atau cat tradisional, sedangkan proses digital menggunakan hardrware dan software pendukung seperti Adobe Photoshop atau adobe illustrator.

b)    Produksi

Setelah semua perencanaan sudah dibuat, maka dilanjutkan pada tahap produksi. Pada tahap produksi semua bahan dan desain praproduksi diserahkan kepada artist yang sesuai jobsedknya masing-asing. Tahap ini adalah tempat semua elemen visual akhir dari proyek animasi 3D dibuat. Setiap artist bertanggung jawab atas ekerjaannya dari proyek dan kemudian harus menyerahkannya untuk kontribusi artis berikutnya sesuai alurnya.

Apabila tahap pra produksi berjalan baik dan tercapai maka akan memudahkan pekerjaan pada tahap produksi. Berikut ini adalah komponen pada tahap produksi animasi 3D :

1)    Layout


2)    Research and development (R&D)

3)    Modeling

4)    Texturing

5)    Rigging/setup

6)    Animation

7)    3D visual effects (VFX)

8)    Lighting/rendering

 

 

 




 

 


 

 

 

c)   Pasca Produksi


(Gambar 09. Pipeline production. Sumber : 3D Animation Essentials)


 

Pascaproduksi merupakan tahap akhir sebagai penyelesaian dan keluaran dari proyek animasi 3D. Hasil tidak selalu sama tergantung dari kebutuhan industri masing-masing. tetapi sekali lagi ini dapat berarti hasil yang berbeda untuk industri yang berbeda. Pasca produksi dapat menjadi proses yang sederhana dan cepat jika tim

praproduksi dan produksi merencanakan masalah yang mungkin timbul pada pascaproduksi. Memiliki perencanaan yang tepat tidak selalu cukup untuk memastikan pascaproduksi berjalan lancar.

Berikut ini adalah komponen pada tahap pasca produksi :

1)    Compositing

Dalam tahap pasca produksi, compositing menjadi tugas sederhana dengan hanya beberapa layer untuk dikelola, atau bisa menjadi tugas kompleks


dengan ratusan layer yang dicocokkan bersama. Tampilan dapat berupa semua gambar yang dihasilkan 3D, Grafik 3D dan 2D dicampur, atau film 3D, 2D, dan aksi langsung.

2)    2D visual effects (VFX)/motion graphics

Efek visual 2D dan grafik gerak sering kali digabungkan ke dalam tahap pengomposisian. Compositor dan 2D visual effect artist dapat menjadi orang yang sama, namun tidak pada beberap studio yang memilih untuk memisahkan. Lighting Artist dapat menyelesaikan compositing awal dan kemudian meneruskan

pra-kompilasi ke artis efek visual 2D untuk dikerjakan dan diselesaikan. 2D visual effect artist akan menambahkan efek yang jauh lebih sederhana untuk dicapai di akhir proyek dalam aplikasi 2D. Berikut ini adalah contoh efek tersebut:

a)   Sparks

b)    Pixie dust

c)   Dust

d)   Rain drops

e)   Background replacements

f)   Camera shake

g)   Green-screen removal

h)   Rotoscoping

3)    Color correction

Color correction juga dikenal sebagai koreksi warna atau penilaian warna, adalah saat keseluruhan proyek disesuaikan untuk memastikan semua warna tampilan konsisten dan sesuai dengan target. capaian akhir. Koreksi warna bisa sangat artistik dan sangat teknis pada saat yang bersamaan. Dibutuhkan mata yang ahli dan banyak latihan untuk menjadi ahli dalam koreksi warna.

4)    Final output

Hasil akhir dari animasi 3D dapat berbagai bentuk: film, video, Internet, pembuatan prototipe cepat, film stereoskopik 3D, dan media cetak. Masing- masing jenis luaran tersebut memiliki alur kerja yang berbeda dan batasan


teknisi. Tetapi jenis keluaran yang paling umum adalah video digital yang dapat diputar di Gkomputer atau Internet. Batasan teknis terbesar untuk jenis ini adalah koreksi warna karena tidak semua komputer dan monitor dikalibrasi dan akan terlihat berbeda.

 

diskusi kelompok : 
silahkan buat 4-5 0rang kelompok 
diskusikan kelebihan dan kekurangan software  adobe anumate masing-masing 5 

 

Komentar

Postingan Populer